31 May 2012

[review] the avengers

mungkin sudah agak basi jika saya me-review mengenai film the avengers. ya, saya juga sudah nonton filmya awal bulan lalu. tapi entah kenapa saya pengen me-reviewnya.



dimulai dari segi teknis dan tokohnya. di sutradarai oleh Joss Whedon. kemudian ada robert downey jr sebagai tony stark dan atau iron man. mark rufallo sebagai dokter banner dan atau hulk. si kekar chris hemsworth sebagai thor. chris evans sang captain america dan atau steve rogers. scarlett johansson sebagai natasha romannof dan atau natalie rushman dan atau black widow. ada jeremy renner sebagai clint barton dan atau hawk eye. tom hiddleston sebagai main villainnya, loki.dan tentu saja samuel l. jackson sebagai 'bos' para avengers, nick fury.

sepertinya sudah hampir semua orang nonton film ini, kecuali andre. film yang bercerita mengenai loki yang akan menginvasi bumi dengan pasukan chitauri. dan tentu saja pihak bumi sudah mempersiapkan dengan merekrut manusia 'super' yang ada di bumi (atau di amerika?) yang berada di belahan bumi berbeda dengan berbeda kesibukannya.

di awal film, sudah di tunjukkan peristiwa epic yang akan membawa kita menuju jalan cerita. dicurinya Tesseract, salah satu benda dari asgard yang katanya bisa membuat portal dan sebagai sumber daya yang tidak terbatas. dilanjutkan dengan perkenalan tokoh-tokoh central yang menurut saya tidak melebih-lebihkan. saya rasa semua manusia 'super' di film ini mempunyai porsi yang pas untuk tampil.

konflik di film ini bukan hanya bertarung dengan thor dan pasukan chitaurinya. melainkan konflik di dalam tubuh S.H.I.E.L.D. konflik menghadapi hulk, dan tentu saja konflik melawan ego masing-masing.

dalam segi cerita, film the avengers saya rasa sudah pas. tidak sia-sia saya menunggu film ini dari tahun 2010. dari segi penokohan? amazing. nama besar dari film-film yang box office menjadi jaminan.

scene yang saya kenang terus dari film ini adalah ketika kapal induk yang menjadi markas S.H.I.E.L.D. bisa terbang dan bisa berkamuflase. menurut saya itu awesome dan mungkin bisa di wujudkan beberapa dekade ke depan. kemudian ketika sang 'dewa' loki yang sedang beretorika dibanting dengan mudahnya oleh hulk. entah, saya harus tertawa atau kagum, semua bercampur aduk menjadi satu.

walaupun endingnya bisa di tebak, tetapi bukan film marvel jika tidak memberi scene credit untuk film berikutnya. bisa ditebak film selanjutnya, villainnya adalah Thanos (sepertinya).

saya beri rating 8/10 untuk film ini.
oiya, yang belum nonton, saya beri tahu bahwa scene credit nya bukan cuma satu, tapi ada dua!

26 May 2012

3 tahun lebih dikit yang lalu

melihat siswa-siswi-siswai sma yang sedang arak-arakan dijalan karena lulus sekolah, mengingatkan kembali saya pada moment tiga tahun yang lalu. ketika saya juga arak-arakan karena lulus.

buat saya, momen kelulusan di waktu itu mempunyai nilai yang lebih dibandingkan teman-teman yang lain. kenapa? karena saya telah dihantui perasaan tidak lulus lebih dari sebulan. pokoknya setelah uan, saya langsung ragu kalau saya lulus. maklum, jawaban mata pelajaran ekonomi, matematika dan geografi saya kalau dicocokkan sama jawaban yang dibuat sama guru saya, pertanyaan yang berhasil saya jawab dengan benar gak sampai setengahnya.

hal yang serupa juga dialami oleh teman saya beda sekolah. masih inget ketika dia menulis butuh keajaiban untuk lulus.

masih inget juga ketika sehari sebelum pengumuman ujian, saya duduk sepanjang hari di ruang tamu. bukan untuk menanti 'tamu', melainkan berdoa agar tidak ada 'tamu'. 'tamu' yang saya maksud adalah guru yang datang ke rumah murid yang tidak lulus. sampai jam sembilan malam saya di ruang tamu. setelah itu saya sms an sama pacar saya saat itu, dan ia menyakinkan kalau saya lulus. saya mengiyakan dan terus berdoa juga sih.

dan tengah malam, teman sekolah saya sms, dia ngasih tahu kalau satu sekolahan lulus semua. tapi entah kenapa, saya gak percaya. paginya juga dapet sms kayak begituan lagi. dan saya lagi-lagi tidak percaya. malahan bangun tidur, bukannya langsung mandi malah nongkrong di ruang tamu, dan berharap tidak ada 'tamu' yang dateng.

pukul sembilanan saya berangkat sekolah, dengan pikiran mengawang-awang. memikirkan kalau pas saya berangkat, malah ada 'tamu' yang dateng. sampai sekolah pun saya tiap lima menit ngecek hp, apakah ada sms dari rumah. hahaha, dan waktu yang ditentukan pun tiba, pukul sepuluh, pengumuman di beri tahu. dan saya lulus. gak peduli berapa nilainya, yang penting saya lulus.

saya lulus. dan saya mengabari teman saya yang di lain sekolah, kalau saya lulus. dan dia juga ternyata lulus. memang keajaiban itu datang, saya lulus, teman saya lulus, sekolah saya lulus 100% dan saya pilok-pilokan. yes, gak jadi ikut paket c bareng. setelah itu, masih inget saya sms pacar saya, 'kalo aku gak lulus, kamu masih mau kan pacaran sama aku?' dan dijawab 'iya (lanjutannya lupa haha)'.

hahaha, gak kerasa uda tiga tahun saya meninggalkan sma. masi sering kangen sma. walaupun saya sering bolos, masih labil, kata pak alm chrisye, masa masa paling indah tuh disekolah. dikampus mah komplikatet hahaha

masi sering kangen ngeliat pacar yang sering telat masuk sekolah.

29 April 2012

[review] Modus Anomali

akhirnya bisa menonton film di hari pertama tayang dibioskop setelah sekian lama selalu berhalangan untuk menonton film di hari pertama. film yang beruntung saya tonton di hari pertama tayang di bioskop adalah "MODUS ANOMALI" yang disutradarai oleh sutradara yang menggarap film favorit saya, Janji Joni, yaitu Joko Anwar.

film yang dibintangi rio dewanto bergenre thriller dengan setting di dalam hutan. walaupun syutingnya gak tau dimana, kata joko anwar, cerita ini bukan bersetting di indonesia, karena masyarakat indonesia memang jarang berpiknik sekeluarga di dalam hutan. di film ini juga full bahasa inggris dengan subtittle bahasa indonesia di bawahnya. ini pertama kalinya saya melihat film indonesia dengan full bahasa inggris. agak kagok juga awalnya, saat rio dewanto yang biasanya bercakap-cakap di layar (F)TV menggunakan bahasa indonesia, tetapi di film ini, menggunakan bahasa inggris.

saya lupa nama tokoh yang diperankan, tetapi jika dilihat dari kredit titelnya, disitu rio dewanto berperan sebagai "men(atau man)" yang dalam bahasa indonesia adalah laki-laki.

sebelum menonton film ini, diusahakan jangan makan terlalu penuh, karena kamera yang selalu bergerak, jika belum terbiasa mungkin bisa mual. juga dalam film ini ada sedikit unsur sadisme, walaupun tidak terlalu sadis seperti film the raid.

menurut saya, bagian awal agak terlalu panjang. akan tetapi, diparuh akhir terlihat ketengangan yang tidak kalah dari the raid. dan yang penting adalah akhirnya. unpredictible! dan mungkin akan berkata dalam hati, "oh, ini maksud dari judulnya". ya yang penting saat saat nonton film modus anomali ini, jangan lupa nafas aja, soalnya menegangkan.

karena belum lama saya menonton the raid, saya sedikit membandingkan dengan film modus anomali. dan mungkin menurut pemikiran saya sendiri, film modus anomali menang dalam cerita dan the raid menang dalam aksi.

semoga film ini bisa laku keras di indonesia. kalau kata joko anwar, film ini bisa balik modal kalo satu dari followernya mengajak satu temannya yang bukan follower dia untuk menonton, haha dan kemarin saya ajak dua teman saya. media sorotlah modus anomali.

7 April 2012

Simple dan Lurus



Indonesian Idol. Sudah beberapa season belakangan ini saya jarang mengikuti acara ini. Terakhir saya mengikuti Indonesian idol pas jamannya Gisel. Untuk season sekarang, wah saya tidak tahu sudah berapa season acara Indonesian Idol, sepertinya lebih dari tiga season.

Indonesian idol season ini, sepertinya agak berbeda. Entah apa alasan saya mengatakan ini, apa karena saya mengikuti acara ini dari episode judging, sampai yang baru saya tonton top 15. Atau karena ada agnes monica sebagai jurinya? Hahaha, mungkin juga ya.

Ada yang menonton top 15 indonesian idol? Jagoan saya akhirnya lolos, hehe.
Kanza dinar, kontestan yang di episode final eliminasi tidak lolos, akan tetapi akibat hendriyanto mengundurkan diri, akhirnya juri memilihnya kembali. Para juri memang aduhai. Apalagi agnes monika. Coba saja kalo agnes monika orang magelang, tiap hari saya lewat depan rumahnya, berharap liat wajahnya. Hehe.

Kanza dinar memang sejak awal sudah keren, suaranya yang jazzy dan terlihat simpel. Membuat saya menjagokan dia begitu dia selesaikan menyanyikan lagu cinta kau dan dia-nya dewa. Akan tetapi, pas final eliminasi, dia gak lolos. Wah saya jadi males menonton Indonesian idol. Ya walaupun ada seorang jagoan saya yang lolos, shandy Eugene.

Tadi memang saya sengaja menonton Indonesian idol, niatan menonton shandy Eugene. Eh, ternyata ada kanza. Waw, saya semangat kemudian. Meninggalkan tugas paper yang masih harus dikerjakan 19 halaman lagi. Tadi kanza menyanyikan lagu dari RAN, duh saya lupa judulnya. Tapi menurut saya, penampilan kanza bagus, walau tak semaksimal. Sedangkan shandy Eugene (yang berubah namanya menjadi Shan) malah terlihat gugup dan grogi saat membawakan lagu dari mulan jameela.

Karena saya tidak ingin kanza tidak lolos lagi, hal yang saya lakukan adalah sms vote. Hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Mungkin ini pertama kalinya saya menggunakan pulsa saya sendiri untuk meng sms vote suatu kontestan di suatu acara.
Viola, walaupun kanza dinar tidak lolos melalui vote sms, tetapi dia lolos berkat pilihan dewan juri. Yes. Saya bahkan mengepalkan tangan dan mengangkat ke atas saat dia lolos. Saya tahu kalo lebay, tapi mungkin akibat saya menonton sendiri dan tidak ada orang lain, jadi gak malu. hehe

Ya, saya akan menonton Indonesian idol season ini, paling engga sampai kanza juara atau eliminasi di tengah perjuangannya.

23 March 2012

TV dan Mainstream

hari jumat. entah kenapa di hari jumat ini banyak program tv yang bagus. selain bagus, tentu saja mainstream. seperti trans tv yang menyayangkan transformers 2. rcti yang menayangkan indonesian idol. trans 7 setia dengan OVJnya. dan itu saja yang jadi tontonan saya malam ini.

setelah ya cermati, media tv memang pas untuk menyiarkan hal-hal yang berbau mainstream. ada program yang mencoba melepas pakem mainstream, tapi kok rasanya aneh ya? alasannya mungkin memang tv sudah di set untuk mainstream. kalo mau yang gak mainstream, bisa lah denger radio. atau media lainnya selain TV.

kemarin saya sempat liat acara tv yang menurut saya tidak mainstream, dan saya merasa ganjal aja, serasa hambar dan 'krik-krik'. tapi barusan saya menonton acara indonesian idol, entah kenapa saya merasa 'ger', hahaha, mungkin karena kontestan pilihan saya lolos semua.

mungkin kah tv bisa menyiarkan hal hal yang tidak berbau mainstream? menurut saya bisa. dengan mempertimbangkan acaranya, jamnya, pengisi acaranya, hostnya, dan tentu saja materinya. karena program non mainstream tidak segampang membuat program mainstream.

oiya, ini berlaku untuk tv tv yang bertayang nasional. karena saya juga cuma bisa menonton itu.
sekian, bukan maksud apa-apa mengetik ini, cuma pengen mengeluarkan kata hati saja.
last words; mau mainstream atau tidak. semuanya informasi